Tuesday, 22 April 2014

Solat Sunat Taubat


بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Solat Sunat Taubat dilakukan selepas seseorang itu melakukan dosa dan kesalahan atau perlanggaran hukum-hukum agama atau berasa dirinya bersalah dan berdosa kepada Allah SWT. kemudian menyesali atas perbuatan itu dan ingin kembali semula ke jalan Allah (bertaubat).
.
Rasulullah SAW. telah bersabda: “Sesiapa yang pernah melakukan perbuatan dosa, bersegeralah berwuduk kemudian dirikan solat dan mohonlah keampunan kepada Allah SWT., Allah pasti akan menerima permohonannya itu. Kemudian bacalah ayat ini:
“Mereka yang pernah mengerjakan perbuatan dosa atau telah berbuat dosa terhadap dirinya sendiri lalu mereka bersegera mengingati Allah dengan memohon keampunan Ilahi terhadap dosa yang dilakukan itu. Siapakah yang akan mengampuni segala dosa, selain Allah? Kemudian itu mereka berasa insaf dan sedar serta tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi, maka mereka akan diberi pahala dan ganjaran syurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dan disitulah tempat mereka selamanya.”  (HR Abu Daud, Nasa’I, Ibnu Majah dan Baihaqi.)
.
Solat Taubat boleh dilakukan dua, empat atau enam rakaat pada bila-bila masa yang dikehendaki, tetapi lebih afdal pada waktu tengah malam dimana suasananya lebih sunyi dan tenang.


Fadhilat Taubat:

.
1. Diampunkan Allah SWT.
2. Dimudahkan segala urusan.
3. Menceriakan kehidupan seharian.
4. Menghilangkan perasaan yang menekan.
5. Mencegah dosa dan menghindari gangguan.
.
.

CARA SOLAT TAUBAT

.

1.  Niat Solat Sunat Taubat:

.

2.  Bacaan surah selepas Al-Fatihah:

.
Rakaat pertama:   Surah Al-Kafirun
Rakaat kedua:   Surah Al-Ikhlas
.
.

3.  Semasa  sujud terakhir pada rakaat kedua (sebelum duduk Tahiyyat Akhir) iaitu         selepas membaca tasbih biasa, bacalah Tasbih berikut 40 kali:

“Laa-i-la-ha il-la an-ta sub-haa-na-ka in-niy kun-tu mi-naz-zhoo li-miyn.”
Tiada Tuhan melainkan Dikau (Allah)! Maha Suci Dikau! Sesungguhnya daku ini termasuk daripada golongan orang yang aniaya (zalim).
.
.

4.  Setelah memberi salam hendaklah memperbanyakkan beristighfar :

.
a. Bacalah istighfar berikut sebanyak 10 / 100 kali;
“As-tagh-fi-rul-Laa-hil ‘A-ziym, al-la-dziy laa i-la-ha il-laa hu-wal hai-yul qoi-yuum wa-a-tuu-bu i-laih.”
Daku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha Mengurus dan daku bertaubat kepada-Nya.
.
b.  Sambung baca Istighfar Tauhid berikut sebanyak 10 / 100 kali;
“As-tagh-fi-rul-Laa-hil ‘A-ziym, al-la-zii laa i-la-ha il-laa hu-wal hai-yul qoi-yuum wa-a-tuu-bu i-laih. Tau-ba-ta ‘Ab-di zhoo-li-mi laa yam-li-ku li-naf-si-hi dhor-raa, wa-laa naf-‘an wa-laa mau-tan wa-laa ha-yaa-tan wa-laa nu-syuu-raa.”
Daku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha Mengurus! Daku bertaubat kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang banyak dosa yang tiada menguasai akan dirinya dan tidak mampu membuat, menolak mudharat dan manfaat serta tidak dapat menguasai kematian, hidup dan kebangkitan.
.
c.  Kemudian bacalah Penghulu Istighfar sebanyak 3 Kali :
“AL-Laa-Hum-ma an-ta rab-bi  Laa i-la-ha il-laa an-ta kho-laq-ta-ni wa-a-naa ‘ab-du-ka wa-a-naa ‘a-laa ‘ah-di-ka wa-wa’-di-ka mas-ta-th0′-tu, a-‘uu-dzu-bi-ka min syar-ri-maa sha-na’-tu, a-buu u-la-ka bi-ni’-ma-ti-ka ‘a-lay-ya wa-a-bu-u bi-dzan-bi fagh-fir-lii, fa-in-na-hu laa yagh-fi-rudz dzu-nuu-ba il-laa an-ta.”
Ya Allah! Dikaulah Tuhanku, Tiada Tuhan melainkan Dikau; Dikau yang menciptakan daku dan daku adalah hamba-Mu. Dan sedaya mampuku, daku berpegang dengan janji dan sumpah setiaku terhadap-Mu. Daku memohon perlindungan-Mu daripada segala kejahatan yang telah dilakukan; Daku mengakui akan segala nikmat yang Dikau berikan kepadaku dan daku mengakui akan dosa-dosaku. Maka ampunilah daku kerana tiada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Dikau.
.
.

5.  Baca Doa Taubat

.
Daku memohon ampun kepada Allah, Daku mohon ampun kepada Allah, Daku mohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha Mengurus!
Daku bertaubat kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang banyak dosa yang tidak berdaya untuk menolak mudharat atau berbuat manfaat dan tidak mampu mematikan atau menghidupkan mahupun membangkitkan (di Padang Mahsyar kelak).
Daku mohon perlindungan-Mu daripada dosa, kemalasan, dugaan kubur dan seksanya. Daku mohon perlindungan-Mu daripada segala kesalahan dan hukuman.
Ya Allah! Bersihkanlah diriku daripada dosa-dosa sebagaimana kain putih dibersihkan daripada kekotoran. Ya Allah! Sesungguhnya daku bertaubat kepada-Mu di atas segala dosaku, dan daku berjanji tidak akan mengulanginya.
Ya Allah! Pengampunan-Mu adalah lebih luas daripada dosa-dosaku dan pengampunan-Mu terhadapku adalah lebih tertunai daripada amalan baikku. Ya Allah! Sesungguhnya daku telah banyak sekali menganiaya diriku sendiri, tiada yang dapat mengampuni dosaku itu kecuali Dikau; Maka berikanlah daku keampunan-Mu, kasihanilah daku. 
Ya Allah, Ya Tuhanku! Terimalah taubatku, suci bersihkanlah segala dosaku dan kabulkanlah permohonanku. Sesungguhnya Dikau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang!
.
.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَمْ وَرَحْمَةُ اللهُ وَبَرَكَاتُه



Read More ->>

Monday, 21 April 2014

Sejarah nama Indonesia

Tau Gak Sih Loe....??





Nama Indonesia berasal dari berbagai rangkaian sejarah yang puncaknya terjadi di pertengahan abad ke-19. Catatan masa lalu menyebut kepulauan di antara Indocina dan Australia dengan aneka nama, sementara kronik-kronik bangsa Tionghoa menyebut kawasan ini sebagai Nan-hai ("Kepulauan Laut Selatan"). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara ("Kepulauan Tanah Seberang"), nama yang diturunkan dari kata dalam bahasa Sanskerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa ("Pulau Emas", diperkirakan Pulau Sumatera sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut wilayah kepulauan itu sebagai Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyanbenzoe, berasal dari nama bahasa Arabluban jawi("kemenyan Jawa"), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "orang Jawa" oleh orang Arab, termasuk untuk orang Indonesia dari luar Jawa sekali pun. Dalam bahasa Arab juga dikenal nama-nama Samathrah(Sumatera), Sholibis (Pulau Sulawesi), dan Sundah (Sunda) yang disebut kulluh Jawi ("semuanya Jawa").
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari orang Arab, PersiaIndia, dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah Hindia. Jazirah Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang", sementara kepulauan ini memperoleh nama Kepulauan Hindia (Indische ArchipelIndian Archipelagol'Archipel Indien) atau Hindia Timur (Oost IndieEast IndiesIndes Orientales). Nama lain yang kelak juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische ArchipelMalay Archipelagol'Archipel Malais). Unit politik yang berada di bawah jajahan Belanda memiliki nama resmi Nederlandsch-Indie (Hindia-Belanda). Pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur) untuk menyebut wilayah taklukannya di kepulauan ini.
Eduard Douwes Dekker (1820-1887), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah memakai nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan Indonesia, yaitu "Insulinde", yang artinya juga "Kepulauan Hindia" (dalam bahasa Latin "insula" berarti pulau). Nama "Insulinde" ini selanjutnya kurang populer, walau pernah menjadi nama surat kabar dan organisasi pergerakan di awal abad ke-20.

Nama Indonesia



Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA, BI: "Jurnal Kepulauan Hindia dan Asia Timur")), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjanahukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa InggrisGeorge Samuel Windsor Earl(1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA.

Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations ("Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia"). Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesiaatau Malayunesia ("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau"). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa Indonesiadari Bahasa Inggris):

"... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia"".

Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (sebutan Srilanka saat itu) dan Maldives (sebutan asing untuk Kepulauan Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago("Etnologi dari Kepulauan Hindia"). Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah Indian Archipelago ("Kepulauan Hindia") terlalu panjang dan membingungkan. Logan kemudian memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia[1] Dan itu membuktikan bahwa sebagian kalangan Eropa tetap meyakini bahwa penduduk di kepulauan ini adalah Indian, sebuah julukan yang dipertahankan karena sudah terlanjur akrab di Eropa.

Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):
"Mr Earl menyarankan istilah etnografi "Indunesian", tetapi menolaknya dan mendukung "Malayunesian". Saya lebih suka istilah geografis murni "Indonesia", yang hanyasinonim yang lebih pendek untuk Pulau-pulau Hindia atau Kepulauan Hindia"
Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi[1]
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel("Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu") sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara di kepulauan itu pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indië tahun 1918. Pada kenyataannya, Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Persbureau. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh ProfCornelis van Vollenhoven (1917). Sejalan dengan itu, inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesiër ("orang Indonesia")..

Politik



Pada dasawarsa 1920-an, nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia, sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan. Sebagai akibatnya, pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. [1]

Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta, seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam, organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Majalah mereka, Hindia Poetra, berganti nama menjadi Indonesia Merdeka.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya,

"Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia-Belanda". Juga tidak "Hindia" saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air pada masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesiër) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya."

Di Indonesia Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia(PKI). Pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan nama "Indonesia". Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa, dan bahasa pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini dikenal dengan sebutan Sumpah Pemuda.

Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat; parlemen Hindia-Belanda), Muhammad Husni ThamrinWiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama Indonesië diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Permohonan ini ditolak. Sementara itu, Kamus Poerwadarminta yang diterbitkan pada tahun yang sama mencantumkan lema nusantara sebagai bahasa Kawi untuk "kapuloan (Indonesiah)".
Dengan pendudukan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama "Hindia-Belanda". Pada tanggal 17 Agustus 1945, menyusul deklarasi Proklamasi Kemerdekaan, lahirlah Republik Indonesia.


Read More ->>

Cara Mengembalikan File Dan Folder Yang Disembunyikan Virus


Virus komputer semakin hari semakin banyak jenis dan variannya. Beberapa jenis virus komputer ada yang dibuat dengan tujuan untuk mencuri data atau file pemilik komputer, sekedar merusak sistem dan ada juga yang hanya sekedar iseng yang membuat pemilik komputer jengkel. Beberapa hal yang biasa terjadi setelah kita berhasil membersihkan virus komputer adalah masih adanya sistem registry yang tidak atau belum bisa kembali secara normal yang salah satunya adalah berakibat adanya file atau folder yang disembunyikan atau di-hidden oleh virus.

Beberapa antivirus lokal begitu kita selesai melakukkan scanning virus maka akan ada pilihan untuk mengembalikan atau menampilkan file atau folder yang telah disembunyikan oleh virus. Meskipun kita telah merubah opsi untuk menampilkan file "hidden" namun tetap ada file atau folder yang masih tersembunyi karena biasanya virus merubah file menjadi system mode atau "super hidden", untuk melihat apakah file data sahabat masih ada atau tidak dapat dilakukan dengan cara manual melalui Command Prompt atau CMD. Berikut ini caranya :

1. Buka windows explorer
2. Klik menu tools > folder option
3. Klik tab View > show hidden file, folder & drive
4. Hilangkan ceklis Hide protected system files (Recommended), ketika muncul peringatan, klik Yes
5. Setelah selesai klik OK
6. Seluruh file dan folder yang disembunyikan virus akan terlihat samar
7. Kita dapat menormalkan kembali semua file dan folder yang disembunyikan oleh virus. Untuk mengembalikan file tersebut, caranya : scanning virus dengan antivirus yang ada, jangan lupa update antivirusnya biar semakin ampuh membasmi virus yang bersarang di kompi sahabat.

Cara mengembalikan file yang di hidden oleh virus itu gampang sekali karena itu bisa di lakukan tanpa menggunakan software ataupun antivirus, kita dapat memanfaatkan CMD atau Command Prompt bawaan sistem operasi windows. Langkah-langkahnya untuk mengembalikan file yang di hidden oleh virus tersebut adalah sebagai berikut ini :

1. Masuk Command Prompt dengan cara klik [Start] sehingga muncul tombol [Run] atau bisa juga dengan tekan keyboard icon WIN + R kemudian ketik CMD lalu [Enter]
2. Sekarang dalam jendela command prompt ketik nama drive tempat file bersembunyi, misalnya E: lalu tekan [Enter], maka akan muncul drive yang akan dibuka proteksi hidden foldernya. Dalam contoh diatas berada pada drive E: (ini disesuaikan dengan drive tujuan pada komputer anda)
3. Selanjutnya ketik perintah attrib –s –h -r *.* /s /d lalu tekan [Enter], tunggu beberapa saat hingga prosesnya selesai. Jika selesai maka kursor akan kembali ke E:\>
4. Silahkan coba lihat atau buka file atau folder yang awalnya disembunyikan oleh virus, sudah muncul kembali dan jika belum silahkan ulangi proses mulai dari awal. Jangan putus asa jika gagal karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

Keterangan :
attrib = string untuk memulai merubah atribut pada Command Prompt
-s = menghilangkan atribut System File
-h = menghilangkan atribut Hidden File
-r = menghilangkan atribut Read Only File
*.* = semua file dengan berbagai ekstensi
/s = sub directory
/d = directory

Selamat mencoba, semoga informasi tentang cara mengembalikan file atau folder yang disembunyikan atau di-hidden oleh virus diatas dapat bermanfaat.

NB : Untuk mendownload file dalam bentuk aplikasi silahkan download gambar pada artikel ini, caranya klik kanan gambar diatas > buka pada tab baru > klik kanan simpan file gambar tersebut. Untuk mengeluarkan file dari dalam gambar tersebut gunakan aplikasi winrar, caranya : klik kanan pada gambar > open with > choose default program > pilih winrar. Password Aplikasi : sunthree

Read More ->>

Thursday, 17 April 2014

Bagaimana Menghadapi Orang Yang Membenci Kita.... :o

Bagaimana Menghadapi Orang Yang Membenci Kita - Hidup ini penuh lika - liku, terkadang kita senang, terkadang kita sedih. Terkadang kita mendapatkan rejeki, tidak jarang pula kita mendapatkan cobaan. Ada yang menyukai kita, ada juga yang membenci kita. Hemm yaa begitulah hidup. Terima kasih sudah membaca artikel ini dan sampai jumpa lagi #eh.

Hehehe, maap khilaf :P. Iya, memang hidup tanpa lika - liku itu seperti masak sayur gak pake bumbu alias hambar. Tapi bukan berarti kita harus membiarkan hidup kita penuh dengan masalah kan? 

Yang akan kita bahas kali ini adalah bagaimana menghadapi orang yang membenci kita, sama seperti judul posting nya kan :D. Kenapa orang membenci kita? Sikap apa yang harus diambil agar mereka tidak membenci kita? Beberapa hal itu adalah beberapa hal yang akan saya bahas di blog faisalnurohman.blogspot.com kali ini. Tapi inget, sebelumnya siapin snack dulu ya biar bacanya enak, biar lebih punya“taste” :D. Udah? Yuk kita cek sama - sama di TKW #eh TKP maksudnya :P

1. Kenapa orang membenci kita?


Itu adalah pertanyaan pertama yang seharusnya kamu pikirkan ketika kamu mengetahui ada seseorang atau bahkan mungkin beberapa orang yang tidak menyukaimu. Tentunya ada beberapa alasan toh mengapa hal itu bisa terjadi. Disinilah saatnya kamu instrospeksi diri atau mengoreksi diri kamu sendiri. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mencari tau apa yang salah dari diri kamu dan sikapmu, bukan malah melawan mereka. Tapi saya ingatkan, mengoreksi diri itu tidaklah mudah! Ingat pepatah yang mengatakan
“Semut unyu – unyu yang jauh disono bisa keliatan jelas, tapi gajah segede gambreng yang nyangkut di mata kaga keliatan”.

Orang sering kali dengan mudah bisa menyalahkan, mencaci, dan memaki kesalahan orang lain yang sebenarnya tidak terlalu besar, tetapi kesalahan dirinya sendiri yang begitu besarnya tidak ia sadari. Itulah kira - kira isi pepatah itu. Karena memang untuk melihat kesalahan dalam diri itu tidaklah mudah.

Apa yang harus kita lakukan agar kita dapat menyadari kesalahan kita? Cobalah untuk mengingat - ingat kembali apa saja yang pernah kamu lakukan kepada orang lain. Bukan hanya kepada orang yang membenci kamu, tetapi terhadap semua orang. Nilailah diri kamu seperti kamu menilai orang lain. Buang ego mu agar penilaianmu tidak dibutakan oleh ego mu. Karena jika kamu masih menyimpan ego mu, maka kamu akan selalu berpikir bahwa kamu selalu benar sehingga kamu tidak akan pernah menemukan apa kesalahanmu. Dan yang paling penting, cobalah untuk bersikap rendah hati ketika kamu menilai dirimu sendiri.



“Hemm, mungkin aku terlalu sombong kali ya dimata mereka. Aku kan juga gak suka ama orang sombong, masa aku sendiri sombong sih? Pantesan aja mereka gak suka ama aku”

“Mungkin aku terlalu bertindak semena – mena ama mereka. Aku kan juga gak suka diperintah – perintah seenak jidat!”
“Apa karena aku sering ngomongin orang dari belakang ya? Aku kan juga gak suka diomongin dari belakang. Pantesan aja mereka gak suka aku.”
“Oh iya ya, kemarin kan aku nyolong sendal butut nya. Pantesan aja dia marah!”

Waiktu! Yang terakhir itu bener - bener parah dah (¬˛¬”). Seperti itu contoh perenungan diri atau proses penilaian diri yang mimin maksud. Kalau sudah menemukan kesalahanmu, perlahan coba perbaiki kesalahanmu itu. Jika mereka yang membencimu itu orang baik, pasti akan menyadari perubahan sikapmu dan mungkin perlahan mereka akan mulai menyukaimu. Tapi inget, hal yang sebelumnya sudah pernah kamu rusak, akan sulit untuk kamu perbaiki lagi. Jadi kuncinya adalah harus sabar aja. Itu poin yang pertama.

2. Sikap apa yang harus diambil agar orang tidak membenci kita?


Jika kamu sudah menjalankan poin yang pertama, sekarang saatnya kamu bersikap berani atau jantan (kalo yang baca cowok). Eits, berani disini bukan berarti diajakin berantem yaa. Berani disini artinya adalah berani meminta maaf atas semua kesalahanmu kepada mereka yang membencimu karena sikap burukmu. Kalaupun kamu tidak cukup berani untuk meminta maaf, setidaknya kamu harus berani merubah sikapmu untuk menjadi lebih baik dimata mereka. Namun alangkah baiknya jika kamu meminta maaf (jika memang merasa punya salah) karena orang yang paling berani adalah orang yang mau mengakui kesalahannya.

Namun tentunya perubahan sikapmu yang mendadak ini akan dianggap aneh oleh mereka, dan itu bukanlah masalah, mereka akan terbiasa jika sikapmu konsisten. Dan mungkin mereka akan semakin mencemooh mu atas sikapmu ini, yang harus kamu lakukan adalah tetap kendalikan ego mu, dan tetap tenang. Kalau dulu mimin Patrick memilih untuk berubah menjadi pendiam. Karena menurut mimin sedikit berbicara, sedikit salah. Ngerti gak maksudnya? Yaa gitu deh pokoknya. Apa yang mereka katakan tentang kamu, cuekin aja. Cuek disini dalam arti kamu tetap memperhatikan mereka, namun kamu memilih untuk tetap diam.

Namun perlu mimin ingatkan tahap ini adalah yang paling sulit, seperti ulat yang akan berubah menjadi kupu - kupu, tahap ini adalah tahap dimana kita menjadi kepompong. Pada saat menjadi ulat, kita dibenci. Ketika menjadi kepompong, adalah saat yang paling rapuh dari dirimu. Dan jika kamu sukses melewati tahap ini, maka kamu akan menjadi kupu - kupu yang disukai banyak orang. Seperti itulah kira - kira analoginya. Dan perlu mimin ingatkan bahwa semua poin yang akan mimin tulis disini harus benar - benar diresapi agar kamu mengerti. Jika ada yang tidak dimengerti, silahkan ulangi membaca dari awal dan resapi dengan hati - hati.

3. Lalu bagaimana jika mereka tetap membenci kita?


Seperti yang mimin Patrick sudah tuliskan diatas, tahap kedua itu adalah tahap yang paling sulit untuk dijalankan. Kesabaran dan sikap konsisten adalah kuncinya. Jika kamu gagal melewati fase "kepompong" itu, kamu tidak akan menjadi kupu - kupu yang disukai orang, melainkan kepompong mu akan membusuk dan tidak menjadi apa - apa. Itu artinya jika ditengah jalan sikapmu kembali seperti semula (sikap yang dibenci orang) maka kamu akan makin dibenci orang dikemudian hari dan tidak akan pernah disukai orang banyak seperti hal nya kupu - kupu.

Semua butuh proses! Perubahan sikapmu saja butuh proses bukan? Jadi perubahan sikap mereka terhadapmu juga membutuhkan proses. Dan jika mereka tetap membencimu setelah kamu benar - benar berubah, yang harus kamu lakukan adalah :
Berkaca dengan sikap mereka terhadapmu, hindari semua sikap yang mereka lakukan kepadamu. Jadikan mereka contoh buruk dan berjanjilah untuk selalu menjauhi sikap yang mereka miliki itu.
Sikap rendah hati adalah kuncinya. Setidaknya, jika kamu mendapatkan atau berkenalan dengan orang baru nantinya akan lebih banyak orang yang menyukaimu daripada yang membencimu. Dan jika kamu sudah menjalankan dengan benar semua poin yang saya tulis, mimin yakin kamu tidak akan terlalu mengambil pusing terhadap orang yang membencimu.

Dan satu lagi pesan dari saya untuk posting kali ini :
Akan lebih baik jika kamu meladeni orang - orang yang menyukaimu saja. Karena jika kamu melawan atau meladeni mereka yang membencimu, itu artinya kamu tidak jauh berbeda dari mereka, dan itu hanya membuang - buang waktumu.
Nah mungkin itu saja yang bisa saya tuliskan disini. Intinya adalah bagaimana kita menghadapi orang yang membenci kita untuk menjadikan diri kita lebih baik lagi agar kita lebih disukai orang nantinya. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk kita semua.
 (っ˘з(˘.˘ ) ♥. (¬_¬")
Read More ->>

Bagaimana Cara Menjadi Orang Yang Baik...??


Bagaimana Cara Menjadi Orang Yang Baik? - Setiap orang pasti ingin dikelilingi oleh orang - orang atau teman - teman yang baik dan menyenangkan, meskipun masih sangat banyak orang yang belum bisa "merasakan" harapan yang demikian itu. Selalu ada saja orang yang membuat kita jengkel, marah, sebel, bete dan sejenisnya. Dan gak bisa dipungkiri lagi bahwa disekeliling mimin Patrick sendiri juga ada orang - orang nyebelin macam itu, dan rasanya ingin sekali mimin singkirkan mereka dari muka bumi ini!
ヽ( ・∀・)ノ┌┛Σ(ノ `Д´)ノ

Eiiittss, tapi kita gabole sadis begitu ya pemirsa! Sabaaarr. Hemm coba dipikir lagi deh. Kita kan pengennya dikelilingi oleh orang yang baik, tapi apa kita sendiri sudah baik bagi orang lain? Atau kita sendiri malah jadi salah satu spesies orang yang nyebelin macam itu bagi orang lain? Waini yang harus kita perhatikan terlebih dahulu! Jangan - jangan kita adalah salah satu orang yang dibenci oleh orang disekitar kita. Hemm siapa sih yang mau dibenci? Pasti gak ada donk! Iya gak pemirsa? Meskipun sebelumnya mimin sudah pernah menulis tentang bagaimana cara menghadapi orang yang membenci kita, tapi tetep aja ada satu kunci lain untuk menghindari agar orang lain tidak membenci kita, yaitu dengan menjadi orang yang baik atau minimal lebih baik dari yang sekarang.

Nah untuk itu, di posting kali ini mimin Patrick akan membahas sedikit tentang bagaimana menjadi orang yang lebih baik. Sama seperti judul di posting blog Anti Galau ini. Tapi kenapa harus kita yang harus menjadi orang baik? Bukannya kita pengennya orang disekeliling kita yang baik? Hemm inget gak, ada pepatah yang mengatakan "kalau gak mau dicium, jangan nyium duluan" #eh! Mimin juga mau tuh dicium. Qiqiqiqi :P. Back to topic ya, perumpamaan ini kita balik dulu dan kita rubah dikit biar sesuai dengan topik kita kali ini yang jadinya begini
"Kalau kita mau orang disekeliling kita baik, maka jadilah pribadi yang baik terlebih dahulu"

Menjadi pribadi yang baik itu gampang - gampang susah, tergantung tingkat "kebaikan" kita saat ini seperti apa. Dan semua butuh proses! Kalau misalnya kita sekarang berada di level yang sangat tidak baik, pastinya kata "baik" sendiri masih sangat jauh dari diri kita yang sekarang, maka harus ada usaha ekstra untuk dapat menjadi pribadi yang baik itu. Nah sebelum mimin lanjut, yuk kita cari snack dulu biar enak bacanya, sekalian bagi yang belum, pollow tuiternya blog ini yaa hehehe :P

Nah kita kembali ke topik. Apa aja sih yang diperlukan untuk menjadi orang yang lebih baik itu? Apa kita harus bawa - bawa se-kresek permen trus keliling komplek buat dibagi - bagiin satu - satu ke warga setempat sambil bilang WOW gitu? Ya enggak lah, itu mah oyang giya namanya (¬_¬"). Trus apa donk? Nih mimin kasih bocoran! Hal pertama yang harus dilakukan untuk menjadi orang baik adalah :

Menjadi tipe orang yang kamu sukai


Kamu pasti punya donk kriteria - kriteria tertentu agar kamu menyukai orang tersebut? Misalnya orangnya harus tampan kaya mimin Patrick, trus setia kaya mimin Patrick, gak sombong kaya mimin Patrick blablablabla.. #eh itu sih kriteria pacar (-_-") maksud mimin bukan itu, maksudnya sifat - sifat orang menyenangkan bagi kamu. Ngerti kan? Misalnya "buat aku orang yang menyenangkan itu orang yang mau dengerin aku ngomong dan gak cuekin aku" nah itu berarti kamu juga harus menjadi orang yang demikian agar orang lain menganggap kamu menyenangkan. Simpel kan? Intinya disini adalah kalau kamu mau dimengerti, kamu harus mengerti orang lain terlebih dulu. Oke kita lanjut ke langkah berikutnya.

Menghindari sifat orang yang kamu benci


Coba kamu pikir, kalo kamu nemuin orang yang nyebelin, pasti kamu ngomal ngomel kan meskipun cuma dalam hati. Dan kamu pasti juga punya kriteria - kriteria tertentu untuk orang yang gak kamu suka. Iya kan? Misalnya : "Gue itu paling gak suka ama orang yang bisanya ngeluh tentang orang lain terutama tentang gue, udah gitu pake ngomongin gue dari belakang lagi! Sumpah gue benci banget ama orang yang begitu". Nah kalo kamu berani berkata demikian, apa kamu sudah instrospeksi diri? Apa kamu sudah merasa dirimu baik? Coba kamu korek ke dalam dirimu lagi. Apakah kamu masih punya sifat yang kamu sebut (kamu benci) itu atau nggak?

Jujur sama dirimu sendiri! Kalo kamu ngerasa masih punya sifat yang demikian, segera "akui"kesalahanmu itu dan meminta maaf terhadap dirimu sendiri, dan berjanjilah untuk menghindarinya lain kali. Bukannya malah pencari pembelaan atau pembenaran atas kesalahanmu itu. Itu sama aja kamu ngerasa paling baik dan gak perlu berubah lagi. Padahal? Pikir sendiri! Selama kamu masih punya atau pelihara sifat yang kamu sendiri membencinya, maka jangan salahkan orang lain jika mereka tidak menyukaimu! Dan selama itu pula kamu akan GAGAL untuk menjadi pribadi yang baik.

Buang sikap iri kepada orang lain


Nah sikap iri adalah salah satu penyakit hati yang harus kamu buang jauh - jauh demi menjadi orang yang lebih baik. Seperti apa sih contohnya? Ginini misalnya "Ih itu orang sombong banget sih? Baru punya talenan yang ada layar coleknya aja udah sok banget gayanya!""Ah baru punya tablet aja udah gaya banget dibawa bawa ke tempat bikin KTP, besok gue bawa puyer kesini!" Nah kaya gitu itu sifat yang harus kamu buang. Iya sih memang sifat yang demikian itu menandakan bahwa kita ingin menjadi "lebih baik" dari orang lain, TAPI dalam pengertian dan dosis yang salah.

Menjadi pribadi yang lebih baik itu gak harus lebih kaya dari orang lain kok, gak harus punya pacar yang lebih banyak dari orang lain, atau gak harus lebih tampan dari mimin Patrick #eh. Intinya kamu gak harus punya lebih banyak "hal yang bisa dibanggakan" daripada orang lain, karena bagi pribadi yang baik itu segala kebaikan hanya milik Sang Pencipta dan menjadi diri sendiri itu sudah menjadi suatu kebanggaan tersendiri.

Dan sifat iri itu justru menunjukkan bahwa kamu merasa kamu punya kekurangan sampai - sampai merasa harus punya apa yang orang lain punya. Dan hal - hal yang demikian itu sama sekali tidak mencerminkan bahwa kita ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Sulit? Memang! Tapi kalau mau mencoba dan berusaha, maka kamu akan terbiasa :)

Redam ego mu


Coba kamu pikir, orang egois itu masuk kriteria orang baik bukan? Nggak donk? Malah itu adalah salah satu sifat yang dibenci orang. Mana ada orang yang bilang begini "aku tuh suka ama orang yang tukang ngiler, egois, mau menang sendiri blablabla". Gak ada kan? Maka dari itu kamu harus redam sikap egois mu! Memang sih, egois itu sifat yang manusiawi dan gak ada manusia yang gak egois. TAPIkita harus inget, kita hidup di dunia ini gak sendirian brosis!  Coba pemirsa amati, orang yang egois nya kebangetan itu pasti jarang punya temen baik. Kalo pun punya, pasti ada "sesuatu" dibalik pertemanan itu, atau temennya itu belum menyadari bahwa orang itu egois.

Siapa sih yang gak mau punya temen? Apa enak idup sendirian gak punya temen? Nggak donk?! Maka dari itu kamu harus redam ego kamu demi orang - orang disekitarmu. Bukan dibuang, tapi diredam. Karena sampai kapanpun manusia gak akan bisa ngebuang sikap egoisnya. Dengan kamu nge-redam ego mu, nantinya kamu akan lebih "sadar lingkungan" lebih mengerti orang lain yang otomatis akan dipandang baik oleh orang disekitarmu.

Perlakukan orang seperti bagaimana kamu ingin diperlakukan


Ada yang tau maksud dari kata - kata diatas? Sama seperti yang udah mimin Patrick tulis sebelumnya. Kalau kita mau orang disekeliling kita baik, maka jadilah pribadi yang baik terlebih dahulu. Kalau kita mau orang lain tersenyum saat melihat kita, maka tersenyumlah terhadap mereka. Kalau kamu mau orang lain ramah terhadapmu, maka ramahlah terhadap mereka terlebih dahulu. Udah dapet gambaran? Pinter :D. Jadi ini hanya tentang bagaimana timbal balik orang lain terhadap sikap kita sendiri.

Karena terkadang sikap orang lain terhadapmu adalah cerminan dari sikapmu sendiri di masa lampau.

Kendalikan emosi mu


Kalau tadi mimin udah nulis redam ego mu, sekarang yang harus dilakukan adalah redam atau kendalikan emosi mu. Kenapa harus redam emosi? Coba dipikir, emang ada orang baik yang emosian? Ada gitu orang baik yang gampang marah, terlalu sensi dll? Ya nggak lah! Mungkin ada orang baik yang emosi, tapi emosinya itu jarang banget kan? Meskipun emosi juga punya dampak positif seperti yang udah pernah mimin tulis di posting dampak positif dan negatif emosi, tapi tetep aja, sebaik - baiknya orang itu adalah mereka yang bisa redam emosinya.

Gimana cara redam emosi? Sebenernya gampang aja sih, di posting yang mimin cantumin diatas sebenernya juga udah dibahas, tapi disini mimin pengen nambahin lagi. Cara yang paling sederhana adalah dengan mengatur nafas kita. Coba pemirsa perhatiin, orang emosi pasti nafasnya gak beraturan kan? Ngos - ngosan kaya orang abis lari keliling komplek seharian. Tarik nafas panjang dan buang perlahan, itu akan efektif untuk sedikit meredam emosi mu.

Selain itu, kamu juga harus mengubah cara berpikirmu menjadi lebih luas. Tanggapi hal - hal dengan santai, gak perlu nyolot atau semacamnya. Nih, misalnya kita kemana - mana pake motor jadul, sebut saja Grand yang merupakan hasil kita nabung selama 3 hari #wedew. Trus ada temen kita yang kemana - mana bawa motor gede misalnya Ninja yang merupakan hasil dari ngerengek ama bapaknya, dan temen kita itu ngeledekin motor yang kita bawa "Woi bro, pake motor itu kaya gue donk yang keren, masa pake motor butut begitu?! Ngahahahaha..!"

Nah kita gak perlu lah emosi, kita tanggapi santai dan maklumi aja orang macam itu mah. Inget orang tua jaman dulu berkata "yang waras ngalah" nah kita ngalah aja nanggepin hal macem itu untuk menunjukkan bahwa kita waras. "Iya bro, maklum gw mampunya cuma beli ini doank. Gak tega minta - minta ama ortu" (wah kena banget itu, sekalian nyindir. Wkwkwkwkwk. Tapi mimin gak nyaranin yang demikian ya :P). Nah seperti itu lah kira - kira bagaimana kita menanggapi hal - hal tertentu. Meskipun ada beberapa hal lain yang sifatnya serius yang harus kita tanggapi dengan serius juga. Contohnya? Pikir sendiri yaa.


Buang kesombonganmu


Nah ini juga merupakan salah satu sifat yang paling dibenci orang. Seperti contoh percakapan diatas itu. Mana ada sih orang sombong yang dipandang baik? Gak ada kan? Orang baik itu rata - rata punya sifat rendah hati. Atau istilahnya itu "low profile". Gak terlalu melebih - lebihkan tentang dirinya, hartanya, ataupun prestasinya. Seperti ilmu padi "Semakin berisi, semakin menunduk". Sudah ada gambaran? Pinter :D


Dekatkan diri pada Sang Pencipta


Gak lengkap donk rasanya jadi orang baik tapi jarang beribadah? Ini juga salah satu faktor penting dalam membentuk pribadi yang baik. Semakin kita dekat kepada Sang Pencipta, semakin sering kita ingat kepada Nya. Caranya sudah pasti dengan lebih rajin beribadah. Tapi bukan ibadah sekedarnya ya! Misalnya bagi yang muslim, Shalat nya cuma alakadarnya alias gak fokus. Itu sama aja boong!

Percaya atau nggak, dengan lebih mendekatkan diri kepada Nya maka secara gak langsung kita akan lebih cepat teringat ketika kita melakukan kesalahan dan segera memperbaikinya, karena kita akan selalu merasa ada yang mengawasi gerak - gerik kita, segala tingkah laku kita. Dan itu memicu kita untuk menghindari hal - hal yang tidak baik.

Nah mungkin itu aja sih yang bisa mimin sampaikan di posting kali ini. Kurang lebih nya mimin mohon maaf ya. Menjadi pribadi yang baik akan mudah JIKA memang ada niat sepenuh hati. Tapi akan terasa sulit JIKA niat kita cuma setengah - setengah :). Dan inti atau kunci terpenting untuk menjadi orang baik adalah kita harus selalu instrospeksi diri sebelum men-judge oranga lain.
Read More ->>

About

Muhammad.Faishal.Nurrohman. Powered by Blogger.